Cerpen "Timses Politik Disuruh Memasak" Karya Muraz Riksi - Sampah Kata - SAMPAH KATA
https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Cerpen "Timses Politik Disuruh Memasak" Karya Muraz Riksi - Sampah Kata

Monday, 15 February 2021

 

"ADA PANGGILAN YANG TERABAIKAN TAHUN INI"
 Karya Muraz Riksi

Selesai shalat magrib, di atas sajadah aku duduk merenung. Membayangkan hidup yang masih larut oleh hal-hal duniawi. Menatap kehidupan yang sedang berebut kekuasaan, ada yang memprediksi kemenangan tapi jauh dari kenyataan. 

Ada yang menang tanpa diketahui pergerakan kampanye terbuka. Berbagai macam kecurigaan timbul kepada si pemenang. Cacian, saling menuding bahkan ada yang membuat status di dunia maya untuk melampiaskan kekecewaan. 

Renunganku terus berlanjut, kenapa mereka tidak menerima kekalahannya?, bukankah ini yang disebut politik? Segala cara yang dilakukan asalkan sampai pada tujuan, pikirku sembari meletakkan tangan di atas kepala.

Tiba-tiba suara panggilan mulai masuk, menyelinap lewat ruang telingaku. Saat renunganku belum mendapatkan titik temu. Bang, ooooh abang? (Suara panggilan mamak dari ruang tamu). Uan mak, jawabku dari dalam kamar. Tolong tumis jamur sama kentang buat ayah bentar? (Lanjut mamak bicara). Kenapa harus abang mak? Adek kan ada, masak suruh masak sama cowok? Bantahku sambil menyimpan sajadah.

Kata ayah, abang yang masak enak, lagi pula adek tidur karena kelelahan pulang praktik. (Jawab mamak yang penuh harap).
Baiklah mak, biasanya abang juga suka masak-masak. Jawabku.

Nah dah sadar si abang ya, kemarin-kemarin pas mamak minta tolong kenapa abang sibuk terus sama politik. Pulangnya aja kadang-kadang seminggu sekali sampek mamak juga dicuekin. (ngoceh mamak sambil sentil pembicaraan).

He he he, aku senyum dan ketawa cengengesan di hadapannya mamak.

The End


***
Ingin kenal dengan penulis ini!
Langsung saja lihat Medsosnya :
Instagram MURAZ RIKSI 
Baca Juga : Biografi Penulis 
                   Cerbung Filosofi Randa Tapak

Sampah Kata

Seniman Bisu