Cerbung Dunia Wanita "Belenggu Tak Kasat Mata" Oleh Rita Mayasari - SAMPAH KATA
https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Cerbung Dunia Wanita "Belenggu Tak Kasat Mata" Oleh Rita Mayasari

Tuesday, 16 March 2021

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam kopi pahit...
Cerbung merupakan cerita bersambung yang mengisahkan tentang cinta dan kehidupan. Oleh karenanya pada postingan ini, admin ingin membagikan Cerbung karya Rita Mayasari

Dunia Wanita adalah tema besar dari karyanya Rita Mayasari dan pada kisah kali ini mengangkat sub tema "Belenggu Tak Kasat Mata".

Dalam hal ini admin menekankan bahwa sumber tulisan dan hak cipta sepenuhnya milik penulis. Selamat membaca!.

Profil singkat penulis :
- Facebook Rita Mayasari
Instagram Rita Mayasari


DUNIA WANITA :

BELENGGU TAK KASAT MATA

Eps 1


Berawal dari gosip murahan para tetangga, tentang wanita berbadan gemuk yang jauh dari jodoh. Berkisah pula si tukang sayur tentang teman dari temannya yang tak kunjung menikah hingga rambutnya mulai berwarna keperakan karena mengejar impian menjadi wanita karier.

Seakan berlomba cerita siapa yang paling hebat, yayuk penjual jamu pun menimpali, tentang bagaimana kakak iparnya yang tidak kunjung mempunyai anak karena menikah diusianya yang sudah tak lagi muda. Disahuti dengan aneka cerita lainnya dari ibu-ibu komplek yang sukses membuat panas telinga seorang wanita paruh baya. Dari tadi ia hanya diam mendengarkan sambil sesekali melempar senyum hambar. Dia Sadina, yang kerap dipanggil Bu Dina oleh para tetangga.

Dengan mempercepat gerak tangannya, ia berhasil mengumpulkan beberapa bumbu dapur, sayur dan ikan untuk membuat dapurnya mengepul hari ini. Tanpa banyak basa basi, ia pamit lalu melangkah pergi dari kelompok toxic dipagi hari itu.

Sesampai di rumah, ia meletakkan semua belanjaan tersebut diatas meja makan begitu saja. Dengan langkah cepat ia menuju kamar dan meraih ponselnya. Tangannya menjelajahi layar sentuh benda berukuran setengah talenan tersebut, dan berhenti disebuah tulisan bertuliskan nama SABRINA. Ditekannya gambar telepon yang tertera. Cukup lama, karena harus mengulang beberapa kali proses sambungannya.

Sampai akhirnya terdengar suara parau dari belahan lain dunia. "Assalamualaikum mama"..

Dijawab Bu Dina setelah hembusan panjang nafasnya "wa'alaikumsallam.. Sabrina Anastasya, kamu punya jam?

Jam tangan, jam dinding atau bahkan di HP mu?". Sabrina yang tadinya masih mengambang diantara mimpi dan nyata, mendadak segar mendengar nada bicara dan kalimat ibunya. Lalu ia bertanya alasan kenapa ibunya menelpon pagi-pagi sekali dihari libur, hanya sekedar bertanya tentang jam yang ia miliki.

Dan sang ibu pun mulai dengan siraman rohani tentang bagaimana menjadi wanita yang dituntut bangun lebih pagi dari pada ayam berkokok, tentang rezeki yang menjauh dari para penikmat mimpi yang berkelana hingga matahari meninggi, dan berujung dengan bagian inti dari tujuan telepon ibunya pagi ini, tentang jodoh.

Bagaimana malunya seorang ibu dijaman milenial yang memiliki anak perawan yang dianggap tak laku-laku, dan buruknya lagi kehidupan sosial "bertetangga" yang merasa semua urusan warga adalah urusan bersama termasuk hal-hal dalam rumah tangga masing-masing keluarga. 

Dan hal terburuk dari semua keburukan itu, Sabrina adalah seorang gadis dengan bobot yang bisa dikatakan gendut, usia melewati kepala tiga dan masih sibuk mengejar karirnya di tanah rantau. Semua yang didengar ibunya tadi pagi adalah racun yang diramu dalam ghibahan yang diartikannya sebagai sindiran.

Hingga sambungan telepon seluler itu diputuskan ibunya, hanya sepenggal kalimat yang terucap dari bibir Sabrina "maafkan Bina mama", tanpa mendapat jawaban lagi dari ibunya karena dalam hitungan detik setelahnya, telepon berakhir.

Sabrina kehilangan moodnya untuk sekedar mandi bahkan sarapan. Namun ia pun tak bisa kembali lelap karena terngiang kata-kata sang ibu..

Lanjut Baca KLIK >>> Halaman 2


(Catatan Penting)
Website "sampahkata.site" memiliki program memuat tulisan-tulisan para Penulis Indie di Tanah Air. Oleh karena itu a
dmin mengajak kita semua untuk sama-sama berkarya dengan mengabadikan tulisan-tulisanmu di sini.

Jika teman-teman tertarik untuk berkontribusi dalam program ini, dapat mengirimkan karyanya ke Form Kirim Tulisan

Mari kita bersilaturahmi dengan bergabung dalam grup WA, caranya klik langsung tautan undangan PENULIS AMATIRAN DARI PINGGIRAN...

Follow Instagram SAMPAH KATA SENIMAN BISU

Dengarkan PODCAST CINTA DAN MUSIKALISASI PUISI 

di YOUTUBE Indie Official Poem Muraz Riksi

Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...

Seniman Bisu
Penulis Amatiran Dari Pinggiran
Secarik Ocehan Basi Tak Lebih Dari Basa-Basi


Sampah Kata

Seniman Bisu