Puisi Sumiati "Anakku" Kumpulan Puisi Menyentuh Hati - Sampah Kata - SAMPAH KATA
https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Puisi Sumiati "Anakku" Kumpulan Puisi Menyentuh Hati - Sampah Kata

Saturday, 13 March 2021

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam kopi pahit...
Puisi merupakan ungkapan perasaan yang menggambarkan tentang cinta, kehidupan, bahagia, sedih, rindu dan alam. Oleh karenanya pada postingan ini, admin ingin membagikan puisi karya Sumiati

Di bawah ini tersedia daftar isi puisi yang akan memudahkan untuk melihat dan membaca lebih banyak puisi karya Sumiati lainnya.

Dalam hal ini admin menekankan bahwa sumber tulisan dan hak cipta sepenuhnya milik penulis. Selamat membaca!.

Profil singkat penulis :
Facebook Sumiati 
Instagram Sumiati


Anakku
Oleh : Sumiati


Aku tak dapat memberi mu permata

Namun aku ingin diri mu berharga

Aku tak dapat membuatkan mu istana

Namun ku ingin diri mu punya martabat juga status

Aku tak dapat memberi mu tahta

Namun ku ingin dirimu berkuasa

Aku tidak membuat angka

Namun aku ingin diri bernilai

Aku tidak menuntut mu untuk sempurna

Tapi aku ingin dirimu jadi yang terbaik

Aku juga tidak menuntut menjadi seperti mau ku

Tapi aku ingin melihat mu tersenyum

dalam kebaikan menurut versi ku

Walau aku tahu Terkadang bertentangan dengan hati mu

Aku terluka melihat dirimu berduka

Sakit hati ku melihat sedih di wajah mu

Maafkan ibu yang terkadang berteriak dalam amarah

Bukan karna benci tak sayang padamu

Namun

Terkadang hati tak bisa lagi  diajak berdamai untuk berdiam

Diri mu adalah detak nadi ku

Dirimu adalah udara di napas ku

Tanpa mu hati ,jiwa dan raga ku mati

Doa ku

Jaga selalu dirimu anak ku

Karna wanita berharga karna ilmu nya

Wanita bermartabat karna kehormatan ya

Dan

Wanita mulya karna akhlak dan agamanya

Plg.1032021



Membujuk Hati
Oleh : Sumiati


Sakit

Sesak menghujam dada

Mencoba merajut

Serpihan luka

Percuma aku bicara

Hanya menambah panjang daftar salah kata

Aku tahu

Kau kecewa

Aku juga mengerti

kau marah

Namun

tak berdaya

Lemah

Semua keluh ku terkunci

Dalam rapatnya

Ruang tak bersisi

Semua kata musnah

Dihempas kokoh ya karang kaca

Diujung senja ku berharap

Semoga ruang maaf

Masih tersisa

Di akhir kata ku berpinta

Suata masa semua terbuka

Agar senyum indah terus merekah

Dari bibir merah sang peyemai rasa

Kini

Biarlah sepi menjadi teman diri

Diantara gelapnya perjalanan malam

Ku percaya

Esok masih ada sinar sang mentari

Walau kabut pagi mencoba menghalangi

Plg.932021



Ironi
Oleh : Sumiati


Berjalan dalam keresahan

Meniti langkah yang kian suram

Tak arah kemana tujuan

Semua hanyalah bayangan

Hitam putih tak lagi berarti

Bila emosi

Kau biarkan

bertahta di hati

Menjadi dinding tinggi  melingkupi

Diam

Kuhanya terdiam

percuma sejuta penjelasan

Tak cukup untaian kata kuucapkan

Bila hati telah mu telah beku dalam kebisuan..

Entah yang harus ku lakukan

Hitam kata ku

Dan putih katamu

Kini kita hanya berdiri

Disisi ruang dalam kebimbangan

Melangkah ataukah bertahan

Bila rasa hati tak lagi sehaluan

Bagaikan rasa mentari dan rembulan

Berbalut rindu dalam kebencian

Bersama namun kita tak lagi sejalan

Plg.9320221


***
Demikian puisi karya Sumiati yang dikirim oleh penulis untuk dimuat dalam web ini. 

(Catatan Penutup)
Website "sampahkata.site" memiliki program memuat tulisan-tulisan para Penulis Indie di Tanah Air. Oleh karena itu a
dmin mengajak kita semua untuk sama-sama berkarya dengan mengabadikan tulisan-tulisanmu di sini.

Jika teman-teman tertarik untuk berkontribusi dalam program ini, dapat mengirimkan karyanya ke Form Kirim Tulisan

Mari kita bersilaturahmi dengan bergabung dalam grup WA, caranya klik langsung tautan undangan PENULIS AMATIRAN DARI PINGGIRAN...

Follow Instagram SAMPAH KATA SENIMAN BISU

Dengarkan PODCAST CINTA DAN MUSIKALISASI PUISI 

di YOUTUBE Indie Official Poem Muraz Riksi

Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...

Seniman Bisu
Penulis Amatiran Dari Pinggiran
Secarik Ocehan Basi Tak Lebih Dari Basa-Basi


Sampah Kata

Seniman Bisu