LWB7NaVaNWV4NGJaNWR5MWBdMCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

Puisi Tentang Ibu Sedih "Wisudaku dan Doamu Perempuan Hebat" Puisi Muraz Riksi Seniman Bisu


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam kopi pahit...
Puisi merupakan ungkapan perasaan yang menggambarkan tentang cinta, kehidupan, bahagia, sedih, rindu dan alam. Oleh karenanya pada postingan ini, admin ingin membagikan puisi tentang ibu sedih karya Muraz Riksi. 

Di bawah ini tersedia daftar isi puisi yang akan memudahkan untuk melihat dan membaca lebih banyak puisi karya Muraz Riksi lainnya.

Dalam hal ini admin menekankan bahwa sumber tulisan dan hak cipta sepenuhnya milik penulis. Selamat membaca!. 

Profil singkat penulis :
- Instagram Muraz Riksi
- Youtube Indie Official Poem Muraz Riksi

Puisi Sampah Kata Seniman Bisu
Sumber Foto : pixabay.com


"Wisudaku dan Doamu"

Karya : Muraz Riksi


Ku tatap rumah kayu

Ada ayah dan Ibu

Ku ceritakan sedikit tentang kuliahku

Menepaki jejak masa depan yang baru


Setiap hari dan setiap waktu

Ku langkahkan kaki dalam tuntutan ilmu

Setiap hari dan setiap waktu

Ku tadahkan tangan atas doaku


Ku impikan wisuda yang berkah ilmu

Yang ku hadiahkan bahagianya kepada Ayah dan Ibu

Mereka adalah pahlawan hebat untukku


Tak kenal lelah terus menjagaku

Ku harap ketabahan hati dan iman yang mengingatiku

Akan pendidikan dan masa depanku


Untukmu Ayah dan Ibu

Ku janjikan wisudaku adalah jawaban dari doamu

Akan ku lepas keluh kesahmu dari keringatku

Akan ku lukiskan senyum di wajahmu dengan jari-jari tanganku


Aku akan wisuda dengan doamu

Aku akan membahagiakan kalian dengan berkah usahaku

Dengan Ridha dari Allah dari setiap langkahku

Dalam menuntut ilmu untuk masa depanku...

Bireuen, 29 Mei 2018



PEREMPUAN HEBAT

MURAZ RIKSI


Bangga,

Aku bangga sebagai anakmu

Engkau memang bukan sarjana

Tapi anakmu kau didik hingga sarjana

Engkau memang tidak kaya

Tapi anakmu kau besarkan dengan cinta

Wajahmu tidak cantik

Kulitmu keriput

Suaramu telah parau

Tapi aku bangga berdiri disampingmu

Maaf,

Anakmu memang telah sarjana

Dihari besar ini, aku hanya mampu membawa pulang sekeping senyum untukmu

Aku belum mampu menghadiahkanmu sesuatu

Saat ibu-ibu yang lain dibawakan anaknya kerudung baru,

Dihadiahkannya mukenah baru

Aku hanya mampu memberikan senyum itu

Tak akan selangkah pun ku tinggalkan engkau ibu

Takkan malu ku akui engkaulah perempuan hebat itu

Bangga anakmu

Setua apapun dirimu, tetap ku jaga sampai akhir hayatku

Bukan aku manja dan tak ingin jauh darimu

Aku hanya tak ingin engkau khawatir akan hidupku

Bukan aku tak mencari bahagia di luar sana

Tapi surgaku ada di pelupuk mata...

Bireuen, 25 Juni 2017


***
Demikian puisi karya Muraz Riksi yang dikirim oleh penulis untuk dimuat dalam web ini. 

(Catatan Penutup)
Website "sampahkata.site" memiliki program memuat tulisan-tulisan para Penulis Indie di Tanah Air. Oleh karena itu a
dmin mengajak kita semua untuk sama-sama berkarya dengan mengabadikan tulisan-tulisanmu di sini.

Jika teman-teman tertarik untuk berkontribusi dalam program ini, dapat mengirimkan karyanya ke Form Kirim Tulisan

Mari kita bersilaturahmi dengan bergabung dalam grup WA, caranya klik langsung tautan undangan PENULIS AMATIRAN DARI PINGGIRAN...

Follow Instagram SAMPAH KATA SENIMAN BISU

Dengarkan PODCAST CINTA DAN MUSIKALISASI PUISI 

di YOUTUBE Indie Official Poem Muraz Riksi

Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...

Seniman Bisu
Penulis Amatiran Dari Pinggiran
Secarik Ocehan Basi Tak Lebih Dari Basa-Basi

Share This Article :
Sampah Kata Seniman Bisu

WEBSITE SASTRA INDONESIA. Penulis Amatiran Dari Pinggiran, Secarik Ocehan Basi Tak Lebih Dari Basa-Basi. Merupakan blog sederhana dengan harapan menjadi media untuk belajar tentang puisi, cerpen, cerbung dan kata-kata motivasi...

8663130191430284605