LWB7NaVaNWV4NGJaNWR5MWBdMCMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE103

Ciri-Ciri Puisi Lama dan Perbedaan Sajak dengan Puisi serta Pengertiannya


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam kopi pahit...
Menulis merupakan proses menuangkan perasaan, pemikiran dan pengetahuan kedalam sebuah tulisan. Oleh karenanya pada postingan ini, admin ingin membagikan artikel tentang Ciri-Ciri Puisi Lama dan Perbedaan Sajak dengan Puisi. 

Ciri-Ciri Puisi Lama dan Perbedaan Sajak dengan Puisi
Sumber Gambar : Pixabay.com

sampahkata.site - Ciri-Ciri Puisi Lama dan Perbedaan Sajak dengan Puisi. Secara umum puisi lama merupakan puisi yang terikat dengan teknik penulisannya. Sedangkan puisi modern tidak terikat atau bebas. Untuk sajak sendiri masih menjadi perdebatan dalam dunia sastra.

MENGENAL PUISI LAMA

- Mengenal Puisi Lama

Puisi lama atau puisi konvensional merupakan jenis puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi sangat diperhatikan. Dalam hal ini, yang tergolong di dalamnya adalah jenis-jenis puisi lama, misalnya pantun, syair, gurindam, bidal, talibun, dan banyak lagi yang lainnya.

Ciri-ciri puisi lama :

a. Terikat aturan atau pola tertentu.

b. Umumnya merupakan puisi rakyat.

c. Biasanya nama pengarang tidak diketahui.

d. Umumnya merupakan sastra lisan.

e. Disampaikan dari mulut ke mulut.

Jenis-Jenis Puisi Lama :

1. Syair adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris isi dan memiliki sajak aaaa. Syair berasal dari Arab dan umunya berisi tentang kisah inspiratif atau nasihat.

2. Pantun adalah bentuk puisi lama yang memiliki sajak a-b-a-b. Dengan penggunaan sajak tersebut, tentu pantun sangat mudah dikenali. Dahulu pantun menjadi salah satu bentuk komunikasi antar orang baik melalui berbalas pantun atau melalui lagu.

3. Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua baris tiap bait dan bersajak aa. Sama seperti syair, gurindam juga berisi nasihat atau petuah.

4. Mantra adalah puisi lama yang umumnya digunakan dalam upacara adat atau keagamaan. Mantra biasanya mengandung nilai atau kekuatan magis sehingga dapat menimbulkan efek atau kesan tertentu jika dibaca atau diucapkan.

5. Karmina disebut juga pantun kilat. Jenis puisi lama ini memiliki isi yang sangat pendek dan digunakan untuk keperluan menyindir. Sajak karmina memiliki pola yang lurus atau aa.

6. Talibun adalah pantun yang susunannya terdiri atas enam, delapan, atau sepuluh baris. Pembagian baitnya sama dengan pantun biasa, yaitu terdiri atas sampiran dan isi. Jika talibun itu terdiri atas enam baris, tiga baris pertama merupakan sampiran dan tiga baris berikutnya merupakan isi.

7. Bidal merupakan jenis peribahasa yang memiliki arti lugas, memiliki rima dan irama, sehingga sering digolongkan ke dalam bentuk puisi. Dalam kesusastraan Melayu, bidal yang mengandung kiasan, sindirin atau pengertian tertentu. Bidal termasuk salah satu jenis sastra yang tertua. Secara teoritis, makna bidal seringkali disamakan dengan pepatah atau ungkapan.

8. Seloka adalah contoh puisi lama yang berasal dari Melayu. Seloka digunakan untuk keperluan menyindir, bersendau gurau atau mengejek yang diungkapkan dalam sebuah perumpamaan. Seloka disebut juga pantun berkait karena pantun ini terdiri atas beberapa bait yang sambung-menyambung. Hubungannya sebagai berikut: Baris kedua dan baris keempat pada bait pertama dipakai kembali pada baris pertama dan ketiga pada bait kedua. Demikian pula hubungan antara bait kedua dan ketiga, ketiga dan keempat, dan seterusnya.


PERBEDAAN SAJAK DENGAN PUISI

Puisi dalam bahasa Inggris Poetry dan sajak dalam bahasa Inggris Poem. Puisi adalah jenis sastra, sedangkan sajak itu individu puisi. Sajak adalah puisi, tetapi puisi belum tentu sajak. Poetry dianggap sebagai salah satu nama jenis sastra. Jadi, istilah puisi lebih bersifat general, jenisnya, sedangkan sajak bersifat khusus, individunya. Sedangkan dalam sastra Indonesia ada dua istilah puisi dan sajak.

- Perngertian Sajak dan Puisi Menurut Ahli

Perlu kita ketahui bersama bahwa mengartikan poem dan poetry sama dengan 'puisi' adalah salah. Coba kita lihat pengertian poem dan poetry menurut Cambridge Advanced Learner's Dictionary berikut ini:

1. Poem

sebuah tulisan di mana kata-kata tersebut disusun dalam baris yang terpisah, sering berakhir dengan sajak, dan dipilih untuk bunyi mereka dan untuk gambar dan ide yang mereka sarankan. 

Kesimpulannya menurut penulis adalah kita bisa menulis sajak dan masih belum dianggap sebagai penyair. Sebuah sajak dapat berirama atau berfungsi sebagai percakapan akan menyampaikan detail untuk tema, jika kata-kata itu ternyata baik maka kita mendapatkan sensasi bahwa kata-kata itu layak dibaca. Kita menggunakan suara hati kita untuk memikirkan apa yang kita baca dan kemudian memvisualisasikan atau menafsirkannya.

2. Poetry

Poetry adalah puisi secara umum sebagai bentuk sastra. Jadi jika disimpulkan dari kamus Cambridge tersebut, poem lebih tepat diartikan menjadi 'sajak' sedangkan poetry diartikan menjadi puisi. Poetry merujuk pada bentuk tulisanya berupa puisi, sedangkan poem lebih berbicara pada gaya bahasa dari suatu bentuk karya sastra.

Kesimpulannya menurut penulis adalah puisi itu dapat diekspresikan dengan berbagai cara seperti suku kata bernomor tepat atau frasa tidak teratur hanya untuk sentuhan variasi. Sebuah puisi lebih terkait dengan pembuatan teks yang dimaksudkan untuk memberi informasi atau menghibur. Bahkan puisi omong kosong memiliki tujuan dan ide permainan kata yang rumit hanya untuk menjadi lucu. Penyair lebih suka menggunakan rima untuk puisi daripada rima untuk sajak.

- Perbedaan Dari Segi Pengertiannya

Sajak adalah sebuah puisi yang berdiri sendiri atau sifatnya individual. Makna dari sajak pun lebih luas ketimbang puisi. Yang membuatnya demikian adalah karena sajak lebih berkaitan dengan bunyi pada kalimat di dalamnya. Di dalam sajak, kata demi kata memberikan konotasi yang sama atau mirip, sehingga ada kesatuan makna yang dapat ditarik dalam satu larik sajak.

Sedangkan Puisi, merupakan bentuk karya sastra namun lebih terikat dengan aturan. Ia  juga mengandung keindahan seperti dalam sajak, namun puisi lebih bersifat umum. Mengutip pendapat Mc Caulay, Hudson mungungkapkan bahwa puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti halnya lukisan yang menggunakan baris dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya. Rumusan pengertian puisi diatas, sementara ini dapat kita terima karena kita seringkali diajak oleh suatu ilusi tentang keindahan, terbawa dalam suatu angan-angan, sejalan dengan keindahan penataan unsur bunyi, penciptaan gagasan, maupun suasana tertentu sewaktu membaca suatu puisi.

Kesimpulan dari segi pengertiannya.

Sajak dan puisi merupakan salah satu karya seni tertua yang pernah dibuat oleh manusia. Sajak dan puisi juga menggambarkan identitas suatu budaya dan muncul selalu bersamaan dengan suatu kejadian bersejarah. Sejak pertama kali dianalisis oleh Aristoteles, seorang filsuf terkemuka dari Yunani, sajak dan puisi telah menjadi bagian dari setiap dinamika seni itu sendiri.

2.     Perbedaan Dari Segi Etimologi

Secara etimologi, istilah sajak berasal dari bahasa yunani “poeima” membuat atau “poesis” pembuatan, dan dalam bahasa inggris disebut ”poem”. Sajak diartikan “membuat” dan “pembuatan” karena lewat sajak pada dasarnya seorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana-suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah. Sajak, tak sekadar hal yang tersirat, tetapi sudah menyangkut materi isi puisi, bahkan sampai ke efek yang ditimbulkan, seperti bunyi. Maka itu, sajak terkadang juga dimaknai sebagai bunyi.

Sedangkan puisi berasal dari kata poezie (Belanda). Puisi cenderung digunakan untuk berpasangan dengan istilah prosa. Puisi bisa saja ada dalam prosa seperti cerpen, novel, atau esai sehingga sering orang mengatakan bahwa kalimat-kalimatnya puitis (bersifat puisi). Puisi menjadi suatu pengungkapan secara implisit, samar, dengan makna yang tersirat, dimana kata-kata condong pada artinya yang konotatif, demikianlah menurut Putu Arya Tirtawirya.

Kesimpulan dari segi etimologi

Jika ingin lebih mengerucut lagi maka sebuah sajak pada hakekatnya mengundang kita berasosiasi. Tidak berinterpretasi, bertafsir-tafsir. Puisi mengundang kita lebih pada imajinasi dan interpretasi yang mungkin berbeda bagi setiap pembacanya.

3.     Perbedaan Dari Segi Contoh

- Berikut salah satu contoh buku sajak adalah a Book of Love Poems. Sebuah buku berisi sajak-sajak cinta.

- Tidak ada satu defenisipun yang mampu menjawabnya dengan sempurna, kecuali mungkin jawaban melalui sajak pula. Penyair Boris Pasternak pernah menjelaskan pengertian sajak dalam sajaknya yang berjudul “Batasan Sajak”

sajak adalah siul melengking suram

sajak adalah gemertak kerucut salju beku

sajak adalah daun-daun menges sepanjang malam

sajak adalah dua ekor burung malam menyanyikan duel

sajak adalah manis kacang kapri mencekik mati

sajak adalah air mata dunia diatas bahu

- Berikut sajak karya Affrini Adham dalam sajaknya yang berjudul Malaya Pasti Merdeka.

Keseluruhan dari keadaan dan kenyataan

keseluruhan dari kesanggupan dan kebenaran

keseluruhan dari kemungkinan dan kepastian

perpaduan – pendirian – pengorbanan dan perjuangan

-telah benar-benar membangunkan kepercayaan

-telah benar-benar menimbulkan harapan

“Bahawa kemerdekaan yang sekian lama kita perjuangkan

telah dekat – mendekati kita

telah tegas dan nyata

terbayang di hadapan mata

Malaya! Pasti merdeka”.

Kita pasti merdeka!

Kita adalah manusia berbangsa dan bernegara!

Kita bukan boneka!

Kita pasti merdeka

di atas “hak pertuanan” kita

selaras dengan kemerdekaan di mana-mana

sebagai manusia-manusia lain yang berbangsa dan punya negara

Malaya pasti merdeka – di atas keseluruhan – hak-hak kenegaraannya.

- Berikut salah satu contoh buku puisi adalah I Started Writing Poetry at A Young Age (Saya mulai menulis puisi pada saat usia muda)

- Kemudian contoh puisi karya WS Rendra dalam judul Mata Hitam.

Dua mata hitam adalah matahati yang biru

dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.

Rindu bukanlah milik perempuan melulu

dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.

Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi

kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.

Dua mata hitam adalah rumah yang temaram

secangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam

*** Demikian pembahasan artikel ini tentang Ciri-Ciri Puisi Lama dan Perbedaan Sajak dengan Puisi serta Pengertiannya. Bila ada kekurangan dapat mencari rujukan perpustakaan atau referensi dari buku-buku sastra. Semoga bermanfaat untuk kita semua!

Artikel ini ditulis oleh : Muraz Riksi

***
(
Catatan Penutup)

Mau tulisanmu dimuat di dalam Web Sampah Kata Seniman Bisu, baca artikel berikut ini >>> sampahkata.site

Dengarkan Musikalisasi Puisi Cinta di Youtube Podcast Tia MJ

Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...

Sampah Kata Seniman Bisu
Penulis Amatiran Dari Pinggiran
Secarik Ocehan Basi Tak Lebih Dari Basa-Basi

-------------------

Referensi :

Muraz Riksi. https://www.murazriksi.my.id/

Belajar Bahasa. https://belajarbahasa.id/artikel/dokumen/496-poem-atau-poetry-apa-bedanya-2018-03-08-22-43

Quora. https://www.quora.com/What-is-the-difference-between-poetry-and-a-poem

Share This Article :
Sampah Kata Seniman Bisu

WEBSITE SASTRA INDONESIA. Penulis Amatiran Dari Pinggiran, Secarik Ocehan Basi Tak Lebih Dari Basa-Basi. Merupakan blog sederhana dengan harapan dapat menjadi media belajar tentang puisi, cerpen, cerbung dan tips menulis serta menyuguhkan kata-kata motivasi sebagai penyemangat hidup dalam mewujudkan impian...

8663130191430284605